Rabu, 14 November 2018, WIB

, 14 Jun 2016, 00:00:00 WIB, 1153 View Administrator, Kategori : Kegiatan Masyarakat

NUSP-2. Neighborhood Upgrading and Shelter Project Phase 2 (NUSP-2) telah melaksanakan kegiatan peningkatan kualitas permukiman kumuh sejak tahun 2015. Pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan melalui pendekatan pemberdayaan. Sesuai dengan Loan Agreement NUSP-2 No. 3122-INO, peningkatan kualitas permukiman kumuh akan dilaksanakan melalui dua pendekatan, yaitu melalui pemberdayaan masyarakat dan melalui kontraktor. Pelaksanaan kegiatan-kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya untuk mewujudkan Pemerintahan Kota/Kabupaten dan masyarakat yang berdaya dan mampu menciptakan lingkungan perumahan dan permukiman yang sehat, layak dan produktif secara mandiri dan berkelanjutan.

Dalam rangka persiapan pelaksanaan pelelangan paket-paket peningkatan skala kawasan tersebut, Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Berbasis Masyarakat mengadakan lokakarya Konsolidasi Data Progres dan Penyusunan E-Monitoring Kegiatan NUSP-2 TA. 2016 yang berlangsung pada 1 hingga 3 Juni 2016 di Hotel Amaroossa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Acara ini dihadiri oleh peserta yang berasal dari 20 kota/kabupaten sasaran NUSP-2, khususnya yang hadir adalah para Pejabat Pembuat Komitmen, Ketua pokja Pengadaan Barang dan Jasa dan Petugas E-Monitoring.

Paket-paket peningkatan skala kawasan yang akan dilelangkan berjumlah 33 paket yang tersebar di 20 kota/kabupaten dengan jumlah kebutuhan dana sebesar Rp. 170,7 Milyar. Namun anggaran yang tersedia pada DIPA Satuan Kerja Pembangunan Infrastruktur Permukiman (PIP) di 20 Kota/Kabupaten baru teralokasi sebesar Rp 80 Milyar. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, DIPA Satker PIP akan direvisi dengan menggeser dana yang teralokasi pada DIPA Satker PKPBM.  Pada kesempatan ini, Ibu Sri Murni E.K., S.Kom., MM, selaku Kasubdit Pengelolaan Data dan Sistem Informasi, Direktorat Keterpaduan Infrastruktur Permukiman menjelaskan bahwa proses lelang dapat dilakukan walaupun dana yang teralokasi dalam DIPA belum mencukupi atau bahkan belum teralokasi. Mekanisme pelelangan ini disebut lelang dini. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa untuk mengawali proses pelelang, terlebih  dahulu harus melalukan input data kegiatan pada e-monitoring. Pagu Kuning agar dihindari karena ini akan mempengaruhi kinerja di Direktorat Jenderal Cipta Karya, oleh karena inputing pada e-monitoring harus dilakukan secara benar sesuai dengan anggaran yang tercantum dalam DIPA.

Pada lokakarya tersebut juga diberikan penjelasan terkait dengan penyusunan dokumen pelelangan dan cara melakukan upload pada SPSE Kementerian PUPR. Kabid Infrastruktur Teknologi Informasi dan Sistem Informasi, Pusdata dan TI menjelaskan bahwa pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah dilakukan secara elektronik, sesuai dengan Surat Edaran Menteri PUPR Nomor 57/SE/M/2015, dan untuk registrasi kode akses PPK dan Pokja Pengadaan dapat dilakukan di alamat eproc.pu.go.id/reg.asp.

Pada kesempatan tersebut, Ir. Nieke Nindyaputri, MSc selaku Kepala PMU NUSP-2 turut memberikan arahan atau penjelasan mengenai kebijakan umum peningkatan kualitas permukiman skala kawasan, kebijakan pelaksanaan e-monitoring, kebijakan pelaksanaan pelelangan melalui SPSE, serta rancangan program master degree dan short course NUSP-2 Tahun 2016-2018. Berkaitan dengan SPSE, Ir. Nieke Nindyaputri, MSc menuturkan bahwa setiap anggota Pokja Barjas dan PPK harus memiliki username dan password SPSE. “Setiap anggota Pokja Barjas dan PPK harus memiliki username dan password SPSE. Permohonan username dan password diajukan ke LPSE Kementerian PUPR dengan menyampaikan surat permohonan dari Kasatker dan melampirkan SK Pokja Barjas yang diterbitkan oleh ULP Provinsi.” Ujarnya. (*)

KETERANGAN FOTO : Para peserta mendapatkan bimbingan langsung dari instruktur dari Direktorat Keterpaduan Infrastruktur Permukiman dan Pusat Teknologi Informasi dan Sistem Informasi, Pusdata terkait dengan inputing data e-monitoring dan proses pengumuman lelang melalui SPSE Kementerian PUPR.

 

 

Daftar Paket Peningkatan Kualitas Skala Kawasan NUSP-2 Tahun 2016 :

Kota/Kabupaten

Paket Skala Kawasan

Kota Tanjung Balai

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Sei Merbau Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai.

Kota Batam

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Mangsang, Kota Batam.

Kota Bengkulu

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Lempuing, Kota Bengkulu.

Kabupaten Tanjung Jabung Barat

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Dalam Kota Kuala Tungkal, Kab. Tanjung Jabung Barat

Kota Palembang

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Kemang Agung, Kota Palembang.

Kota Bandar Lampung

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Kangkung, Kota Bandar Lampung.

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Pidada, Kota Bandar Lampung.

Kota Serang

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Trondol, Kota Serang

Kota Sukabumi

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Cisarua, Kota Sukabumi

Kota Pekalongan

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Pasir Kraton Kramat, Kota Pekalongan.

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Pembangunan Rumah Pompa Kawasan Pasir Kraton Kramat.

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Padukuhan Kraton, Kota Pekalongan.

Kota Semarang

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Bandarharjo, Kota Semarang.

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Dadapsari, Kota Semarang.

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Kuningan, Kota Semarang.

Kota Pasuruan

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Kebonsari, Kota Pasuruan.

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Ngemplakrejo-Trajeng, Kota Pasuruan.

Kota Palangkaraya

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Murjani Bawah dan Mendawai.

Kabupaten Kapuas

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Selat Hulu, Kabupaten Kapuas.

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Selat Tengah, Kabupaten Kapuas.

Kota Banjarmasin

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Kelayan Timur, Kota Banjarmasin.

Kota Makassar

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Mariso, Kota Makassar.

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Mangasa, Kota Makassar.

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Bontoala, Kota Makassar.

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Parang Tambung, Kota Makassar.

Kota Palopo

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan 1 Pontap, Kota Palopo.

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan 2 Pontap, Kota Palopo.

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan 4 Ponjalae, Kota Palopo.

Kabupaten Bone

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Bajoe dan Kawasan Lonrae, Kab. Bone.

Kota Kendari

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Wua Wua, Kota Kendari.

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Lalolara, Kota Kendari.

Kota Bima

Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Tanjung-Dara, Kota Bima.





Tuliskan Komentar